7 Fakta Langka yang Paling Sulit untuk Dipercaya Tentang Perang Dunia 2

Militer7.com – Perang Dunia 2 merupakan salah satu pertempuran paling berdarah dari sejarah manusia dengan begitu banyak hal luar biasa yang terjadi. Berikut 7 Fakta Langka yang Paling Sulit untuk Dipercaya Tentang Perang Dunia 2.

Fasis Adolf Hitler memiliki keponakan bernama William Patrick Hitler, yang selalu memiliki keluhan tentang kebijakan pamannya. Setelah dipukul oleh Hitler sendiri, William bergabung dengan Marinir AS dan berperang melawan pamannya yang kejam dalam Perang Dunia II.

Diktator Nazi Jerman Hitler adalah pecandu berat narkoba. Intelijen AS telah mendokumentasikan para taipan Nazi sering harus menggunakan obat-obatan rock dalam dosis tertentu dan stabil untuk tetap dalam keadaan kesadaran dan energi yang melimpah.

Pertempuran Stalingrad adalah korban terbesar dalam Perang Dunia II, dengan lebih dari 850.000 orang di kedua sisi.

Dalam Perang Dunia 2, Amerika Serikat menghindari menggunakan kata “hamburger” karena pengucapannya terdengar sangat mirip dengan bahasa Jerman Hamburg. Usut punya usut ternyata Istilah hamburger aslinya berasal dari Hamburg.  Akibatnya, AS menggunakan istilah “Liberty Steak” sebagai gantinya.

Simbol Swastika adalah simbol dari orang-orang Arya. Simbol utama yang digunakan Nazi yang biasa dikenal dengan hakenkreus atau salib yang berkait. Dalam Perang Dunia II, Hitler mengambil Swastika sebagai simbol Nazisme, simbol bendera Nazi dan partai Nazi.


Calvin Graham adalah prajurit termuda yang bertugas di Angkatan Laut AS dalam Perang Dunia 2. Dia bergabung dengan Angkatan Laut AS pada usia dua belas tahun.

Setelah serangan terhadap Pearl Harbor, pada 8 Desember 1944, Dinas Rahasia AS menugaskan limusin lapis baja yang dimiliki oleh geng Al Capone, untuk membawa Presiden Franklin Roosevelt dari gedung putih ke Kongres (DPR) untuk menyampaikan pidato utamanya pada saat sensitivitas keamanan yang ekstrim.

Sumber: baomoi.com

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*