Akibat Anak-Anak Berseragam Militer, Austria Menutup 7 Masjid


Militer7.com – Akibat Anak-Anak Berseragam Militer, Austria Menutup 7 Masjid . Austria akan menutup 7 masjid dan mengusir sejumlah Imam masjid asing dan melarang pendanaan oleh pihak asing. Keputusan itu buntur dari hasil penyelidikan adanya foto anak-anak di masjid yang didukung oleh Turki yang beradegan seolah-olah meninggal dan dibungkus dengan bnedera. Anak-anak muda itu selain memakai seragan ala militer juga baris berbaris , memberi hormat serta melambai-lambaikan bendera Turki. Hal ini malambangkan pertempuran Perang Dunia I Gallipoli. Dilansir Sputnik (08/06/18)

Hanya mengusir Imam yang didanai Asing

Kanselir Austria Sebastian Kurz mengatakan pada hari Jumat di Wina bahwa mereka akan mengusir beberapa imam yang disinyalir didanai oleh asing dan menutup tujuh masjid dalam tindakan keras terhadap Islam politik.

Keputusan itu dibuat setelah penyelidikan terhadap foto yang dibuat di sebuah masjid Austria tadi dimana aksi teatrikal seperti mengenang kembali  pertempuran 1915-1916 Gallipoli, yang menunjukkan kekalahan pasukan sekutu oleh Turki selama Perang Dunia I.

Kurz telah menjadi kritikus yang konsisten terhadap Islam politik, dan memerintahkan pengembangan undang-undang perlindungan anak yang melarang jilbab di sekolah pra-sekolah (TK) dan sekolah dasar (SD), untuk memastikan bahwa anak-anak itu tidak menghadapi diskriminasi pada usia itu.

Selain itu, kanselir Austria Sebastian Kurz  telah menentang aksesi Turki ke Uni Eropa, mengutip sistem pelanggaran sistematis hak asasi manusia dan nilai-nilai demokrasi yang penting oleh Ankara.

100 ribu warga Turki di Austria

Saat ini, sekitar seratus ribu warga Turki tinggal di Austria. Hubungan antara Austria dan Turki menjadi tegang setelah Wina menghambat tujuan integrasi Uni Eropa dan NATO. Setelah kejadian itu, Ankara mengecam Wina yang ditujukan pada sayap kanan Partai Kebebasan Austria (FPO), yang dikenal karena posisi anti-imigrasinya, dalam koalisi pemerintah yang berkuasa.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*